Monday, May 17, 2010

AkU & SeMalaM


Apa dugaanku sehingga detik semalam memberi suatu makna yang cukup mendalam dalam diriku..Sedangkan diri ini tidak pernah untuk merasai nilai sebuah kasih dan sayang..aku tidak menyangka sejarah berulang lagi dalam hidupku..Orang yang aku cukup sayang satu masa dahulu kini pergi buat selamanya..Arrrrghhh..memang hatiku cukup terasa kesunyian..kehadiranmu dalam memiliki hatiku ntah belum tentu akan menjadi milikmu..mungkin suatu ari nanti smua ni akan berlaku secara adil..Ya Allah..ini semua dugaan darimu..Aku terima dengan hati yang terbuka dan tidak terlintas walau sejenak untuk merasa akan keslahan ni..Hatiku terlalu menyayangi dirinya sehingga aku lupa dan salah n khilaf diriku..Ape pun itu keputusa yang mengejutkan haiku..

Tuesday, March 30, 2010

PERANGKAP TIKUS

Sepasang suami dan isteri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan gelagat sambil menggumam
"hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar ?".

Ternyata yang dibeli oleh petani hari adalah rerangkap tikus. Sang tikus naik panik bukan kepalang. Ia bergegas lari ke sarang dan bertempik,
" Ada perangkap tikus di rumah....di rumah. Sekarang ada perangkap tikus...."



Ia pun mengadu kepada ayam dan berteriak,
" Ada perangkat tikus !"

Sang Ayam berkata,
" Tuan Tikus ! Aku turut bersedih tapi ia tak ada kena-mengena dengan aku."

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak seperti tadi. Sang Kambing pun jawab selamba,
"Aku pun turut bersimpati...tapi tidak ada yang boleh aku buat. Lagi pun tak tak ada kena-mengena dengan aku. "

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
" Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali. Tak kanlah sebesar aku ni boleh masuk perangkap tikus. "

Dengan rasa kecewa ia pun berlari ke hutan menemui Ular. Sang ular berkata
" Eleh engkau ni...Perangkap Tikus yang sekecil tak kan la nak membahayakan aku."

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah kerana mengetahui ia akan menghadapi bahaya seorang diri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara berdetak perangkap tikusnya berbunyi menandakan umpan dah mengena.

Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa yang jadi mangsa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang isteri pemilik rumah. Walaupun si Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, isterinya tidak sempat diselamatkan. Si suami pun membawa isterinya kerumah sakit.

Beberapa hari kemudian isterinya sudah boleh pulang namun tetap sahaja demam. Isterinya lalu minta dibuatkan sup cakar ayam oleh suaminya kerana percaya sup cakar ayam boleh mengurangkan demam. Tanpa berfikir panjang si Suami pun dengan segera menyembelih ayamnya untuk dapat cakar buat sup.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.Masih juga isterinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Banyak sungguh orang datang melawat jenazahnya. Kerana rasa sayang suami pada isterinya, tak sampai hati pula dia melihat orang ramai tak dijamu apa-apa. Tanpa berfikir panjang dia pun menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang berziarah.

Dari kejauhan...
Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.
Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Doa Ketika ditimpa Musibah

Maksudnya: "Allah sudah mentakdirkan (menentukan) sesuatu yang dikehendakinya."


SUATU HARI NANTI....
KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESUSAHAN DAN
MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...
PIKIRKANLAH SEKALI LAGI !

Sunday, February 28, 2010

99 laNgKaH MeNuju KeseMpurNaAn ImaN


99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman



01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;




51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti bercakap yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan;
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan;
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita,lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan;
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuaidengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fizikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita negatif yang berkaitan teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cubaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahawa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merosakkan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang.

Muhammad Nabi Akhir zaman

Saidina Bilal r.a dan Cinta Rasul s.a.w.
www.iLuvislam.com
oleh: Ulama' Ummah*

Alhamdulillah, sedar tak sedar kita sudah berada di bulan Rabi’ul Awal. Bulan penuh keberkatan yang mencatatkan sejarah kelahiran seorang insan istimewa, pembawa panduan hidup untuk seluruh alam.

Tanggal pada 12 Rabi'ul Awal Tahun Gajah mengikut pendapat yang masyhur, atau 9 Rabi'ul Awal Tahun Gajah bersamaan 20 April 571 Masihi berpandukan kepada pendapat yang rajih, lahirlah Nabi Muhammad bin Abdullah s.a.w ke dunia.


Kelahiran Rasulullah saw merupakan kelahiran yang ditunggu-tunggu. Bahkan ketibaan nabi akhir zaman ini sangat dinantikan oleh kaum yahudi. Namun dek kerana taasubkan kepada entiti perkauman, nabi utusan terakhir penyempurna kepada agama ini ditolak mentah-mentah oleh mereka bila mana nasabnya bukan daripada keturunan Bani Israil.

Sekarang kita ditinggakan baginda saw lebih daripada 1400 tahun yang lalu, terasa sangat jauh sekali jaraknya, hinggakan segala ajaran Islam kembali menjadi asing dalam bentuk pengamalan yang sebenar. Dagang di bumi sendiri.

Pernah menguasai dua pertiga dunia, kini Islam kembali kepada zaman fitnah. Namanya sahaja sudah dipalitkan dengan pelbagai tomahan hinggalah kepada penghinaan kepada jasad yang nabi saw yang mulia. Semuanya tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menghilangkan nur Islam di bumi ini.

Atas alasan kebebasan bersuara, baginda saw dihina lagi. Ulang cetak karikatur penghinaan kepada rasul saw oleh akhbar Denmark merupakan satu bukti. Bahkan lambakan filem yang menghina agama ditonton tanpa perasaan oleh umat Islam sendiri.

Di manakan kita bila baginda saw dihina?


Saidina Bilal r.a dan cinta Rasul s.a.w.

Selepas kewafatan Rasulullah s.a.w, saidina Bilal r.a antara sahabat yang tidak mampu lagi bermukim di bumi Madinah. Segala-galanya di kiri dan kanannya mengingatkan kembali kepada nostalgia bersama nabi s.a.w. Lantas beliau membawa diri ke Badariaan – sebuah tempat berdekatan Syam – untuk mengurangkan kesedihan hati.

Satu hari saidina Bilal r.a didatangi oleh baginda s.a.w dalam mimpi. Baginda s.a.w berkata: “Mengapa kamu menyepi wahai Bilal? Tidakkah kamu teringin menziarahiku ketika ini?”.

Tersedar daripada tidur dengan dalam keadaan sedih dan takut, beliau dengan segera menunggang kenderaan menuju ke Madinah dan terus mendatangi kuburan nabi s.a.w. Kesedihan menyelubungi diri, kisah pahit manis perjuangan bersama nabi s.a.w telah meletakkan cintanya kepada rasulullah s.a.w melebihi daripada segala-galanya. Kini semuanya tinggal kenangan dalam memori.

Sesuai melepas rindunya kepada baginda s.a.w di perkuburan tersebut, dia mencari-cari cucu kesayangan nabi s.a.w, Hasan dan Husin r.a. Mereka dipeluk cium tanda cinta yang tidak berbelah bahagi. Pinta mereka kepada saidina Bilal r.a; “kami berharap sangat untuk mendengar kembali azanmu yang telah dikumandangkan kepada Rasulullah s.a.w di masjid.”

Bagi tidak menghampakan harapan tersebut, bumbung masjid tempat yang selalu dia berdiri mengalungkan azan dipijaknya kembali. Azan pertama dalam sejarah Islam dari mulut bekas seorang hamba ini merupakan satu penghargaan nabi s.a.w kepadanya.

Nafas ditarik…..azan dilaungkan dengan penuh syahdu. Bila kalimah ‘Allahu Akbar! Allahu Akbar!’ dialunkan, bergegarlah seisi Madinah.

‘Asyahadu an la ilaha ila Allah’, jiwa penghuni Madinah makin bergetar. Suara yang pernah didengari pada waktu dan ketika nabi s.a.w masih hidup kembali memenuhi ceruk-ceruk Madinah.

Takkala laungan ‘Ashadu an na Muhammadan Rasulullah’ kedengaran, keluarlah para wanita daripada rumah-rumah mereka seraya berkata ; ‘Adakah Rasulullah s.a.w telah dibangkitkan?’.

Seisi Madinah diselubungi hiba, azan saidina Bilal r.a mengingatkan kembali kepada nostalgia manis bersama baginda s.a.w. Tidaklah dilihat satu hari pun yang paling banyak manusia menangis di Madinah selepas kewafatan nabi s.a.w selain daripada hari tersebut, dek kerana rindu dan teringatkan nabi s.a.w.

Inilah tanda cinta para sahabat kepada Rasulullah s.a.w, yang sukar untuk kita temui sekarang.

(Adaptasi daripada riwayat ibnu asakir daripada sanad junaid)

Pesan Hassan al-Banna

“Duhai manusia, datanglah kepada kami. Sesiapa yang tidak boleh menziarahi Rasulullah s.a.w datanglah kepada kami. Kami adalah pengemis di pintu Rasulullah s.a.w. Sesiapa yang tidak pernah mendengar kisah hidup Rasulullah s.a.w, patut sekali datang mendengarnya daripada kami.”

‘Baginda Rasulullah s.a.w hidup di dalam hati kami dan baginda mendengar segala-galanya. Rasulullah s.a.w hidup di dalam hati-hati yang mempertahankan Islam dan juga di dalam hati yang penuh dengan kasih sayang serta iman yang datang daripada ajarannya.’

Muhasabahlah cinta kita kepada Rasulullah.



Ajarlah anak cintakan Rasul.
________________________________________

* Ulama' Ummah merupakan salah seorang penulis jemputan iLuvislam. Artikel dipetik daripada blog beliau.

InDaHNya IsLam

Sebuah cerita yang menarik.. Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampong tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula ia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu, si pendeta agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun, pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan ugamanya. Pemuda muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

Pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat."Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silakan! Sang pendeta pun mulai bertanya, "
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"



pening jugak soalannya!

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang. Dan bukti-bukti itu ialah angin taufan, belalang, kutu, katak, darah, tongkat, tangan, belah laut, memayungi mereka dengan awan, al-man, al-salwa, batu hingga yang lain daripada tanda kekuasaan Allah yang mereka saksikannya.
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing." (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yusuf:98)
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya':69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentera bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pun mula hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh pendeta.

Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"



Mendengar pertanyaan itu lidah pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia cuba mengelak. Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"

Pendeta tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapan nya, namun aku takut kalian marah." Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah:

Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Aasyhadu Anna Muhammadar Rasulullah."

Lantas pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

KEPIMPINAN DALAM ISLAM

I. Definisi Kepimpinan

Kepimpinan merupakan satu ’seni’ yang mengarah kepada suatu proses untuk menggerakkan sekumpulan manusia menuju ke suatu tujuan yang telah ditetapkan dengan mendorong mereka bertindak dengan cara yang tidak memaksa yakni kerana mereka mahu melakukannya.
Kepimpinan yang baik menggerakkan manusia ke arah jangka panjang, yang betul-betul merupakan kepentingan mereka yang terbaik. Arah tersebut boleh bersifat umum, seperti penyebaran Islam ke seluruh dunia, atau khusus seperti mengadakan conference atau persidangan mengenai isu tertentu. Walaubagaimanapun, cara dan hasilnya haruslah memenuhi kepentingan terbaik orang-orang yang terlibat dalam pengertian jangka panjang yang nyata. Kepimpinan adalah suatu peranan dan juga merupakan suatu proses untuk mempengaruhi orang lain. Pemimpin adalah anggota dari suatu perkumpulan yang diberi kedudukan tertentu dan diharapkan dapat bertindak sesuai dengan kedudukannya. Seorang pemimpin adalah juga seseorang dalam suatu kumpulan yang diharapkan menggunakan pengaruhnya dalam mewujudkan dan mencapai tujuan kelompok. Pemimpin yang jujur ialah seorang yang memimpin dan bukan seorang yang menggunakan kedudukannya untuk memimpin. Fenomena kepimpinan dapat dijelaskan melalui konsep-konsep dasar berikut:

  1. Kepimpinan adalah suatu daya yang mengalir dengan cara yang tidak diketahui antara pemimpin dengan pengikutnya, mendorong para pengikut supaya mengerahkan tenaga secara teratur menuju sasaran yang dirumuskan dan disepakati bersama. Bekerja menuju sasaran dan pencapaiannya memberikan kepuasan bagi pemimpin dan pengikutnya.
  2. Kepimpinan juga mewarnai dan diwarnai oleh media, lingkungan, pengaruh dan iklim di mana dia berfungsi. Kepimpinan tidak bekerja dalam ruangan yang hampa, tetapi suasana yang diciptakan oleh pelbagai unsur.
  3. Kepimpinan sentiasa aktif, namun boleh berubah-ubah darjatnya, kepentingannya dan keluasan tujuannya. Kepimpinan itu bersifat dinamik.
  4. Kepimpinan bekerja menurut prinsip, methodologi dan matlamat yang pasti dan tetap.





II. Kepimpinan yang Efektif

A. Apakah kepimpinan yang efektif?

Kepimpinan yang efektif ialah suatu proses untuk menciptakan wawasan, mengembangkan suatu strategi, membangun kerjasama dan mendorong tindakan. Pemimpin yang efektif:

  1. Menciptakan wawasan untuk masa depan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang kelompok yang terlibat.
  2. Mengembangkan strategi yang rasional untuk menuju ke arah wawasan tersebut.
  3. Memperoleh dukungan dari pusat kekuasaan yang bekerjasama, persetujuan, kerelaan atau kelompok kerjanya diperlukan untuk menghasilkan pergerakan itu.
  4. Memberi motivasi yang kuat kepada kelompok inti yang tindakannya merupakan penentu untuk melaksanakan strategi.


Suatu kombinasi dari proses biologi, sosial dan psikologi yang kompleks menentukan potensi kepimpinan seorang individu. Potensi ini harus dibina dengan baik supaya efektif. Bukan sesuatu yang pelik sekiranya seseorang itu memiliki sifat kepimpinan namun tidak memanfaatkannya. Dalam kehidupan manusia yang berbeza-beza, sifat ini mungkin diwujudkan dalam suatu situasi yang bervariasi dan muncul pada tahap yang berlainan. Pelaksanaan kepimpinan dipengaruhi oleh lingkungan dan peluang serta keadaan yang terbatas.

B. Pemimpin, Pengurus dan Pengikut

Pemimpin mengendalikan bawahannya untuk mencapai tujuan dengan motivasi dan teladan peribadi. Pengurus memperoleh tingkah laku yang diinginkan dengan menggunakan kedudukan rasmi mereka yang lebih tinggi dalam struktur organisasi. Pemimpin yang baik menyedari bahawa mereka juga harus menjadi
pengikut yang baik. Boleh dikatakan, pemimpin juga harus melapor kepada seseorang atau kelompok. Oleh sebab itu mereka juga harus mampu menjadi pengikut yang baik. Pengikut yang baik harus menghindari persaingan dengan pemimpin, bertindak dengan setia dan memahami serta menunjung baik idea, nilai dan tingkah laku pemimpin secara konstruktif. Pengikut atau pemimpin terikat dalam suatu hubungan yang terarah. Oleh itu, pemimpin harus sentiasa memberi perhatian pada kesejahteraan anak buahnya. Pengikut pula harus mendukung pemimpin selagi pemimpin berada di landasan yang benar dan lurus.


III. Ciri-Ciri Pemimpin Islam

Nabi Muhammad SAW bersabda bahawa pemimpin suatu kelompok adalah pelayan kelompok tersebut. Oleh kerana itu, pemimpin hendaklah melayani dan menolong orang lain untuk maju. Beberapa ciri penting yang menggambarkan kepimpinan Islam adalah seperti berikut:

  1. Setia Pemimpin dan orang yang dipimpin terikat kesetiaan kepada Allah.
  2. Tujuan Pemimpin melihat tujuan organisasi bukan saja berdasarkan kepentingan kelompok tetapi juga dalam ruang lingkup tujuan Islam yang lebih luas.
  3. Berpegang pada Syariat dan Akhlak Islam. Pemimpin terikat dengan peraturan Islam, boleh menjadi pemimpin selama ia berpegang pada perintah syariat. Ketika mengendalikan urusannya ia harus patuh kepada adab-adab Islam, khususnya ketika berurusan dengan golongan oposisi atau orang-orang yang tidak sehaluan dengannya.
  4. Pembawa Amanah. Pemimpin menerima kekuasaan sebagai amanah dari Allah yang disertai dengan tanggungjawab yang besar. Al-Qur’an memerintahkan pemimpin melaksanakan tugasnya untuk Allah dan menunjukkan sikap baik kepada pengikutnya sebagaimana Firman Allah SWT:

“iaitu orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka, nescaya mereka mendirikan solat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah perbuatan yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Surah Al-Hajj, ayat 41).







IV. Prinsip-prinsip Dasar Pelaksanaan

Kepimpinan Islam ada tiga prinsip dasar yang mengatur pelaksanaan kepemimpinan Islam:
Syura dan Musyawarah, Keadilan, serta Kebebasan Berfikir dan Memberi Pendapat.

A. Syura dan Musyawarah

Musyawarah adalah prinsip pertama dalam kepemimpinan Islam. Al-Qur’an menyatakan dengan jelas bahwa pemimpin Islam wajib mengadakan musyawarah dengan orang yang mempunyai pengetahuan atau dengan orang yang dapat memberikan pandangan yang baik.

“Dan orang-orang yang menerima seruan Tuhannya dan mendirikan solat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang kami berikan kepadanya”. (Surah Asy-Syura, ayat 38).



Rasulullah SAW juga diperintahkan oleh Allah supaya melakukan musyawarah dengan sahabat-sahabat beliau:

“Maka rahmat Allah-lah yang telah menyebabkan kamu berlemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Oleh kerana itu maafkanlah mereka, mohonlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan tersebut. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertawakal kepadaNya” (Surah ‘Ali Imran, ayat 159).



Pelaksanaan musyawarah memungkinkan anggota organisasi Islam turut serta dalam proses membuat keputusan. Pada saat yang sama musyawarah berfungsi sebagai tempat mengawasi tingkah laku pemimpin jika menyimpang dari tujuan umum kelompok. Tentu saja pemimpin tidak wajib melakukan musyawarah dalam setiap masalah. Masalah rutin hendaknya diselesaikan dengan pendekatan berbeza dengan masalah yang berkaitan perbuatan kebijaksanaan. Apa yang rutin dan apa yang tidak harus diputuskan dan dirumuskan oleh setiap kelompok berdasarkan dan bersesuaian dengan ukuran, keperluan, sumber daya manusia, suasana dan lingkungan yang ada. Apa yang pasti, pemimpin harus mengikuti dan melaksanakan keputusan yang telah diputuskan dalam musyawarah. Dia harus menghindari dirinya dari memanipulasi bermain kata-kata untuk menonjolkan pendapatnya atau mengungguli keputusan yang dibuat dalam musyawarah. Secara umum petunjuk berikut dapat membantu untuk menjelaskan ruang lingkup musyawarah:

  1. Urusan-urusan pentadbiran dan eksekutif diserahkan kepada pemimpin.
  2. Persoalan yang memerlukan keputusan segera harus ditangani pemimpin dan dibentangkan kepada kelompok untuk ditinjau dalam pertemuan berikutnya atau langsung melalui telefon.
  3. Anggota kelompok atau wakil mereka harus mampu membuat pemeriksaan semula dan menanyakan tindakan pemimpin secara bebas tanpa rasa segan dan malu.
  4. Kebijaksanaan yang harus diambil, sasaran jangka panjang yang direncanakan dan keputusan penting yang harus diambil para wakil terpilih diputuskan dengan cara musyawarah. Masalah ini tidak boleh diputuskan oleh pemimpin seorang diri.


B. Keadilan dan Pemimpin yang Adil


Pemimpin seharusnya memperlakukan manusia secara
adil dan tidak berat sebelah tanpa mengira suku bangsa, warna kulit, keturunan dan lain-lain. Al-Qur’an memerintahkan agar kaum Muslimin berlaku adil bahkan ketika berurusan dengan para penentang mereka.

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum antara manusia supaya kamu berlaku adil.” (Surah An-Nisa’, ayat 58).

“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, kerana adil lebih dekat kepada taqwa.” (Surah Al-Ma’idah, ayat 8.)

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi kerana Allah walaupun terhadap dirimu sendiri, ibu-bapa, dan kaum kerabatmu, sama ada ia kaya atau miskin, kerana Allah akan melindungi.” (Surah An-Nisa’, ayat 135).



Selain memenuhi prinsip keadilan yang menjadi asas tertegaknya masyarakat Islam, pemimpin organisasi Islam juga mesti mendirikan
badan peradilan internal atau lembaga hukum untuk menyelesaikan pelbagai perbezaan atau pengaduan dalam kelompok itu. Anggota-anggota lembaga tersebut harus dipilih dari orang-orang yang berpengetahuan, arif dan bijaksana.

C. Kebebasan Berfikir dan Memberi Pendapat

Pemimpin Islam hendaklah
memberikan ruang dan mengundang anggota kelompok untuk mengemukakan kritikannya secara konstruktif. Mereka dapat mengeluarkan pandangan atau masalah-masalah mereka dengan bebas, serta mendapat jawapan dari segala persoalan yang mereka ajukan. Al-Khulafa’ al-Rasyidin memandang persoalan ini sebagai unsur penting bagi kepimpinan mereka. Ketika seorang wanita tua berdiri untuk memperbetul Saidina Umar ibn al-Khattab sewaktu beliau berpidato di sebuah masjid, beliau dengan rela mengakui kesalahannya dan bersyukur kepada Allah SWT, kerana masih ada orang yang mahu membetulkan kesalahannya. Pada suatu hari Saidina Umar pernah pula bertanya kepada umat Islam mengenai apa yang dilakukan oleh mereka jika beliau melanggar prinsip-prinsip Islam. Seorang lelaki menyebut bahawa mereka akan meluruskan dengan sebilah pedang. Lantar Saidina Umar bersyukur kepada Allah kerana masih ada orang di dalam lingkungan umat yang akan memperbetulkan kesalahannya. Pemimpin hendaklah berjuang menciptakan suasana kebebasan berfikir dan pertukaran gagasan yang sihat dan bebas, saling kritik dan saling menasihati antara satu sama lain, sehingga para pengikutnya merasa senang membincangkan masalah atau persoalan yang menjadi kepentingan bersama. Seorang Muslim disarankan memberi nasihat yang ikhlas apabila diperlukan. Tamim bin Aws meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Agama adalah nasihat”, Kami berkata: “Kepada siapa?” Beliau menjawab: “Kepada Allah, Kitab-kitab-Nya, Rasul- Nya, pemimpin umat Islam dan kepada masyarakat kamu seluruhnya.” (Hadith Riwayat Imam Muslim).



Secara ringkas kepimpinan Islam bukanlah kepimpinan tirani dan tanpa koordinasi. Pemimpin Islam, setelah mendasari dirinya dengan prinsip-prinsip Islam, bermusyawarah dengan sahabat-sahabat secara objektif dan dengan penuh rasa hormat, maka selepas itu menjadi tanggungjawabnya untuk membuat keputusan dan tindakan dengan seadil-adilnya. Perlu difahami dan dingatkan bahawa pemimpin bertanggungjawab bukan hanya kepada para pengikutnya malah apa yang lebih penting ialah dia bertanggungjawab kepada Allah SWT di Akhirat nanti! Sebagai kesimpulannya, di dalam pencarian
model pemimpin dan kepimpinan Islam, empat elemen iaitu intelek, rohani, jasmani dan emosi hendaklah diperkukuhkan dan dimantapkan. Keempat-empat elemen ini perlu saling lengkap-melengkapi di dalam pembentukan karakter dan jati diri pemimpin yang unggul. Pastinya ilmu, iman, berhemah tinggi dan hikmah merupakan transformer penganjak yang mesti diaktifkan dan dipastikan terus mengaliri urat nadi kepimpinan umat masa kini dan generasi harapan pimpinan masa depan secara keseluruhannya. Ingatlah bahawa sesungguhnya generasi hari ini penentu kemandirian generasi mendatang. Kitalah rijal dan nisa’ penentu serta pembina hala tuju untuk masa depan agama, bangsa dan negara yang lebih cemerlang, gemilang dan terbilang! Wallahu a’la wa a’lam.


* Artikel dipetik dari www.muhtarsuhaili.wordpress.com

CiNt@ Vs SuK@


Sajak: Cinta vs. Suka

Di hadapan orang yang kita cinta, hati kita akan berdegup kencang.
Tapi di depan orang yang kita suka, hati kita akan gembira.

Di depan orang yang kita cinta, musim sentiasa berbunga-bunga.
Di depan orang yang kita suka, musim itu cuma berangin sahaja.

Jikalau kita lihat di dalam mata orang yang kita cinta, kita akan kaku.
Jikalau kita melihat mata orang yang kita suka, kita akan tersenyum.

Di depan orang yang kita cinta, lidah kelu untuk berkata-kata.
Di depan orang yang kita suka, lidah bebas berkata apa sahaja.

Di depan orang yang kita cinta, kita menjadi malu.
Di depan orang yang kita suka, kita akan tunjukkan imej yang sebenar.

Kita tidak boleh merenung mata orang yang kita cinta.
Tapi kita selalu merenung mata orang yang kita suka.

Bila orang yang kita cinta menangis, kita akan turut menangis.
Bila orang yang kita suka menangis, kita akan membuat dia gembira.

Perasaan cinta bermula dari kata.
Perasaan suka bermula dari telinga.

Jadi, jikalau kita berhenti menyukai seseorang yang kita suka. Umpama kita membuang telinga kita. Tapi jika kita cuba menutup mata. Cinta berbuah menjadi airmata. Setiap orang akan mengalami ini dalam hidup mereka.

Thursday, February 4, 2010

RENUNGAN BERSAMA..

15 days ago

Sedih kaN?..

Assalamualaikum...

Tolonglah ambil masa 2 minit untuk membaca in.. kalau lebih dua minit tu bukan membaca la tu..tapi mengeja.. ;-)

Dengan Nama ALLAH yg Maha Pemurah lagi Maha Pengasih

Bayangkan benda ini berlaku pada anda

Suatu hari pada masa Sembahyang jumaat yang di hadiri oleh lebih kurang 1,000 jemaah, tiba-tiba masuk dua orang lelaki yang menutupi seluruh tubuhnyer dgn pakaian hitam.. tak nampak apa cuma dua biji mata and membawa mesin gunA lalu salah seorang lelaki tu bertempik :

Sesiapa yang sanggup MATI kerana ALLAH sila berdiri di tempat kamu Selepas mendengar amaran lelaki itu maka segeralah bertempiaran lari para jemaah itu utk menyelamatkan diri. daripada jumlah yang 1,000 tadi tu hanya tinggal lebih kurang 20 orang sahaja yang masih berdiri di tempat masing-masing termasuk Pak Imam tuA

Lelaki yang bertempik tadi segera membuka tutup mukanya lalu melihat ke arah Pak Imam sambil berkata:

Ok Pak Imam, saya dah halau SEMUA yang hipokrit, sekarang bolehlah Pak Imam mulakan sembahyang Jumaat. sambil kedua lelaki tersebut bersedia untuk sama-sama bersembahyang berjemaah.

Macammana.. adakah anda rasa lawak dgn cerita di atas. selain terhibur anda fikirlahlah

Sedih kan, dari 1,000 org yg mengaku dia Islam hanya 20 yg betul-betul berimanœ

Sedih kan, berapa banyak manusia yang mudah lupakan ALLAH bila menghadapi bahaya kedua lelaki hanya membawa mesin-gun.. dia tak kata pun nak bunuh.. tapi generasi skrang.. amat lemah..
baru kena ugut terus lari lintang pukang.. lupa yg dia tak sembahyang jumaat lagI..Sedih kan, ada juga yang agamanya cuma seminggu sahaja.. tu pun bila time sembahyang jumaat..tunjuk muka kat org kampung.. ada tu lagi dashyat setahun 2 kali aje.. bile time sembah yang raya,

œSedih kan, ramai orang percaya kepada gosip dan apa yang di tulis oleh surat khabar daripada apa yang tercatit dalam al Quran

Sedih kan, berapa ramai yg percaya dunia hanya sementara, akhirat adalah tempat yang kekal, tapiberlumba-lumba mengejar dunia.

œSedih kan, kita boleh bersembang dgn boyfriend atau girlfriend berejam-rejam tapi nak berdoa kepada ALLAH alahai.. tak cukup masa..

Dan lebih Sedih lagi, bila kita boleh post banyak thread atau email yang berunsur lawak jenaka dan lucah kesemua tempat tapi merasa berat nak
berkongsi dan nak hantar artikel2 yang berunsur agama..

Sedih kan???
Kenapa gelak/ tu kan realiti.. tapi yg paling Sedih sekali.. berapa orang yang lepas baca benda ni akan sampaikan kat orang lain, berapa orang yang akan buka thread ni untuk luangkan masamembaca? berapa banyak????

Wallahualam..

Sumber : Pesanan ikhlas dari seorang kawan..

Ibu Ku SaYanG...



Aku ada pasangan hidup sendiri....


Bila seronok, aku cari.


...pasanganku


Bila sedih, aku cari....Mak


Bila berjaya, aku ceritakan pada....pasanganku


Bila gagal, aku ceritakan pada....Mak


Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku


Bila berduka, aku peluk erat....Emakku


Bila nak bercuti, aku bawa....pasanganku


Bila sibuk, aku hantar anak ke rumah....Mak


Bila sambut valentine.. Aku bagi hadiah pada pasanganku


Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"


Selalu.. aku ingat pasanganku


Selalu.. Mak ingat kat aku


Bila-bila... aku akan talipon pasanganku


Entah bila... aku nak talipon Mak


Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku


Entah bila... aku nak belikan hadiah untuk Emak


Renungkan:


"Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja...


bolehkah kau kirim wang untuk Mak?


Mak bukan nak banyak... lima puluh ringgit sebulan pun cukuplah".





Berderai air mata jika kita mendengarnya........





Tapi kalau Mak sudah tiada..........


MAKKKKK...RINDU MAK.... RINDU SANGAT....





Berapa ramai yang sanggup menyuapkan ibunya....


berapa ramai yang sanggup mencuci muntah ibunya.....


berapa ramai yang sanggup. mengantikan lampin ibunya.....


berapa ramai yang sanggup..... membersihkan najis ibunya.......


berapa ramai yang sanggup....... membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya....


berapa ramai yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....





Dan akhir sekali berapa ramai yang sembahyang JENAZAH ibunya......